SMAKAR NEWS: Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, SMAN 1 Karangjati mengadakan berbagai perlombaan. Kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan ini diikuti dengan antusias oleh seluruh GTK dan siswa. Berlangsung selama empat hari, mulai 10 hingga 13 Agustus 2026.
Perlombaan yang mengusung tema Ghanesa ( Gerakan Hebat Anak Negeri Semarakkan Agustus), diawali dengan pelaksanaan opening ceremony. Dalam sambutannya Kepala SMA Negeri 1 Karangjati, Zaenal Abidin, M.Pd., menyampaikan “Kegiatan ini dilakukan dengan semangat kerja sama dan gotong royong. Momentum ini bukan hanya untuk mencari juara tetapi bentuk partisipasi kita dalam memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia.”
Di hari pertama, Senin (10/8/2026), dilakukan technical meeting untuk menyamakan persepsi aturan main, dilanjutkan dengan aksi gotong royong persiapan lomba kebersihan kelas yang diikuti antusias oleh seluruh GTK dan siswa, sebagai wujud nyata semangat kebersamaan sebelum hari-hari perlombaan yang lebih seru dimulai.”
Hari kedua, Selasa (11/8/2026) rangkaian lomba menjadi momen spesial karena menghadirkan beberapa aktivitas sekaligus. Sejak pagi halaman depan sekolah dipenuhi keceriaan saat ibu ibu Dharma Wanita Persatuan SMAN 1 Karangjati mengikuti berbagai fun game seperti tebak gaya, estafet balon, dan tangkap tongkat. Kegiatan ini sengaja dirancang sebagai bentuk apresiasi dan rekreasi bagi para anggota DWP yang sehari-hari sibuk bekerja. Setelah acara tersebut para siswa juga menunjukkan kedisiplinan yang mengagumkan. Mereka kompak membersihkan dan mendekorasi kelas untuk persiapan lomba antar kelas.
Memasuki hari ketiga, Rabu (12/8/2026), para guru dan tenaga kependidikan (GTK) akhirnya mendapat giliran unjuk kebolehan. Lapangan futsal berubah menjadi arena adu kecepatan dan strategi bagi bapak-bapak, dengan bola yang terus berpindah kaki diiringi teriakan kompak dari tim masing-masing, sementara di sisi lain para ibu guru menunjukkan kelincahan dan taktik jitu mereka dalam permainan tradisional gobak sodor—saling menghalangi, menerobos pertahanan lawan, dan diiringi gelak tawa setiap kali ada yang tertangkap atau terjatuh. Namun, setelah hiruk-pikuk lomba GTK usai dan euforia mulai mereda, para siswa kembali menunjukkan kedisiplinan tinggi dengan segera bergegas menuju ruang kelas masing-masing. Mereka memanfaatkan sisa waktu untuk melakukan persiapan akhir yang krusial: menyelesaikan dekorasi ruangan dengan memastikan hiasan dinding bertema kemerdekaan menempel sempurna, bendera merah-putih terpasang rapi di setiap sudut, serta meja dan kursi tertata simetris. Tidak cukup sampai di situ, mereka juga menggelar latihan intensif Senam Anak Indonesia Hebat di halaman kelas, sebuah persiapan matang untuk penampilan unggulan mereka. Seluruh rangkaian kerja keras ini bukanlah tanpa tujuan, karena esok hari, Kamis (13/8), dewan juri akan turun langsung memberikan penilaian akhir untuk lomba kebersihan, dekorasi, dan senam yang sangat mereka nantikan.
Hari keempat, Kamis (13/8/2026), menjadi puncak sekaligus penutup seluruh rangkaian perayaan HUT ke-81 RI di sekolah. Halaman depan menjadi meriah saat seluruh siswa berkumpul mengikuti Lomba Senam Anak Indonesia Hebat, yang kali ini terasa sangat istimewa karena setiap peserta tampil dengan kostum hasil kreativitas mereka. Baju olahraga mereka dihiasi beragam aksesori unik berbahan daur ulang sepertikantong plastik yang disulap menjadi rompi, hingga kain kain goni yang disulap menjadi hiasan baju. Membuat setiap gerakan senam tidak hanya kompak dan energik tetapi juga sarat pesan peduli lingkungan dan kecintaan pada karya anak bangsa. Di tengah denting musik senam yang membahana dan sorak-sorai penonton yang memadati tepi lapangan, dewan juri tidak tinggal diam; mereka bergerak menyusuri lorong-lorong kelas untuk melaksanakan penilaian final lomba kebersihan dan dekorasi kelas, memeriksa secara teliti mulai dari kerapian meja-kursi, kejernihan kaca jendela, kebersihan lantai yang berkilau, hingga estetika hiasan dinding bertema kemerdekaan yang selama tiga hari terakhir dijaga, dirawat, dan dipercantik oleh siswa dengan penuh dedikasi dan cinta.
Empat hari penuh dinamika—mulai dari technical meeting, gotong royong, fun game Dharma Wanita, lomba futsal dan gobak sodor GTK, hingga puncaknya Senam Anak Indonesia Hebat dengan kostum daur ulang serta penilaian kelas terbersih—kini resmi berakhir. Terlepas dari siapa yang keluar sebagai juara, kebersamaan, sportivitas, dan kreativitas seluruh warga sekolah adalah trofi yang tak ternilai. Semoga semangat kemerdekaan yang telah menyala selama empat hari ini terus membara dalam keseharian, menjadikan SMAN 1 Karangjati tempat di mana siswa hebat dan guru tangguh selalu berpadu. (LY/JURNALISTIS SMAKAR)

