SMAKAR NEWS: Dalam upaya meningkatkan kualitas tenaga pendidik, SMAN 1 Karangjati menyelenggarakan In House Training (IHT) dengan tema “Optimalisasi Kinerja Guru melalui Refleksi Pembelajaran Berbasis Praktik dan Budaya Literasi Menulis”. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (11-13 Juni 2026) ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan.
Acara diawali dengan sambutan dari Kepala SMAN 1 Karangjati, Zaenal Abidin, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan berbagai program unggulan sekolah serta tujuan dilaksanakannya IHT ini. “Kami ingin para guru tidak hanya mengajar secara teknis, tetapi juga mampu merefleksikan praktik pembelajaran mereka dan membudayakan literasi menulis sebagai bagian dari pengembangan profesionalisme,” ujar Zaenal Abidin, M.Pd.
Ibu Lena, M.Pd., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun yang berkesempatan membuka sekaligus memberikan pembinaan kepada para guru dan tenaga kependidikan (GTK), menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap program-program dan prestasi yang diraih SMAN 1 Karangjati. Beliau menegaskan bahwa tujuan pendidikan nasional dan tugas pokok guru sangat relevan dengan materi yang diangkat dalam IHT ini.
“Guru memiliki peran strategis dalam mencetak generasi penerus bangsa. Melalui refleksi pembelajaran berbasis praktik dan budaya literasi menulis, saya berharap akan muncul karya inovatif dari SMAN 1 Karangjati,” tutur Kepala Dinas dalam arahannya.

Hari Pertama: Refleksi Pembelajaran Berbasis Praktik
Materi pada hari pertama materi disampaikan oleh Dr. Aris Riyadi, S.Pd, M.Pd, beliau adalah salah satu narasumber dari Widyaiswara Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Timur. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya refleksi sebagai instrumen untuk mengevaluasi dan memperbaiki praktik pembelajaran di kelas secara berkelanjutan.
“Refleksi bukan sekadar mengingat apa yang sudah terjadi, tetapi bagaimana guru bisa mengambil hikmah, menemukan kelemahan, lalu menyusun strategi perbaikan yang konkret. Ini harus dilakukan secara rutin dan berbasis bukti dari praktik nyata di kelas,” jelas Dr. Aris Riyadi.
Dalam kesempatan itu, Dr. Aris Riyadi dengan rendah hati mengupas tuntas pengalaman menulisnya, dari proses kreatif hingga mampu melahirkan karya-karya unggulan serta deretan penghargaan membanggakan. Tak ketinggalan, para guru pun dibekali materi mendalam seputar penyusunan karya inovasi yang aplikatif
Hari Kedua: Penguatan Budaya Literasi Menulis
Memasuki hari kedua, materi disampaikan oleh Fajar Budhianto, S.Pd, M.Pd, yang saat ini menjabat sebagai Kepala SMPN 1 Karangjati. Beliau membawakan topik tentang budaya literasi menulis bagi guru.
Menurut Fajar Budhianto, kemampuan menulis bagi guru adalah salah satu indikator kompetensi pedagogik dan profesional, karena melalui tulisan, gagasan inovatif dapat dibagikan dan menginspirasi lebih banyak pendidik lainnya. Beliau juga menyampaikan bahwa pembiasaan literasi menulis siswa di sekolah juga harus dilakukan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membiasakan siswa membaca artikel kemudian membuat catatan refleksi atas artikel yang mereka baca. Artikel yang mereka baca tersebut disusun oleh guru yang ada di sekolah, sehingga kemampuan menulis seorang guru secara otomatis akan lebih meningkat melalui proses tersebut.
Sesi ini diikuti dengan workshop penyusunan artikel refleksi pembelajaran akhir semester yang langsung didampingi oleh narasumber.

Hari Ketiga: Senam Bersama dan Tugas Mandiri
Hari terakhir pelaksanaan IHT diawali dengan kegiatan senam bersama yang diikuti oleh seluruh peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk menyegarkan fisik dan membangun kebersamaan di antara para guru sebelum melanjutkan tugas mandiri.
Setelah senam, para guru diberikan waktu untuk mengerjakan tugas mandiri berupa penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) dari materi yang telah diperoleh selama dua hari sebelumnya. Mereka diminta untuk membuat rancangan karya inovasi sederhana dan menuliskan artikel singkat tentang refleksi pembelajaran akhir semester.
Dengan terselenggaranya IHT selama tiga hari ini, diharapkan seluruh guru di SMAN 1 Karangjati mampu mengoptimalkan kinerja melalui refleksi pembelajaran berbasis praktik dan peningkatan budaya literasi menulis, sehingga berdampak positif pada kualitas proses belajar mengajar dan prestasi siswa ke depannya.(Jurnalistik SMAKAR).


